Waktu kita kecil, mungkin pernah disiuruh oleh orang tua untuk pergi ke warung untuk membelikan garam misalnya, tetapi terkadang kita cepat beralasan “wah, cape bu suruh kakak aja” tapi setelah kita berkata demikian eh, malah kita lanjut bermain. Waktu kita beranajak remaja, ketika kita ke sekolah ditanya sama guru kita, “mana PR kamu ?, wah maaf bu saya tidak sempat membuatnya karena sibuk bantu mama jaga warung”, padahal kita sibuk jalan-jalan, waktu kita kuliah ketika ditanya dosen,”apa kamu sudah baca buka yang bapak suruh kamu baca ? dengan muka yang penuh belas kasihan dan tanpa bersalah kita mengatakan, eh...eh...maaf pak hari rabu kemaren motor saya mogok jadi belum sempat ke perpustakan pak, terus hari kamis kemaren, ada arisan di rumah jadi harus bantu-bantu ibu di rumah pak, dan eh..eh..hari ini juga belum sempat dibaca karena tadi pagi perut saya sakit pak karena kemaren pas arisan dirumah kebanyakan makan cabe...”.
Pertanyaannya yang perlu kita renungkan adalah, semua orang pasti punya pekerjaan, pasti punya banyak kesibukan. Tugas setiap hari pasti ada, nah bagaimana kita harus mengaturnya dengan elok agar semua bisa diselesaikan dengan baik, yang sekolah, kuliah dan kerja pasti menghadapi yang namanya tugas bukan?
Tugas-tugas yang selama ini malas dikerjakan, terasa berat dan membosankan mungkin masalahnya adalah karena kita tidak mempunyai kemauan dan semangat untuk mengerjakanya. Menjadi orang yang mempunyai semangat dan kemauan itu sangat diinginkan oleh setiap orang dan tentu Tuhan, kembali lagi kemaunnya ada atau tidak. Berikut ini beberapa tips agar kita bisa menyelesaikan tugas-tugas kita:
Ubah pola pikir kita, selama kita hidup selalu akan ada tugas apapun profesi kita dan apapun yang kita kerjakan pasti ada tugas yang akan kita emban dan harus kita pertanggung jawabkan sekecil apapun itu. Adakah orang yang hidup di bawah muka bumi ini yang tidak punya tugas ? Tidak ada ! semua punya tugas sesuai dengan kemampuan atau kapasitasnya. Tugas selalu ada, hadapi dan selesaikan tugas tersebut sebelum itu menumpuk dan membebani kita atau orang lain.
Tugas itu penting, lakukan untuk kemuliaan Allah, ketika sudah menyadari bahwa tugas pasti akan selalu ada, maka kita harus mempunyai kesadaran berarti tugas yang diberikan sangat penting apapun itu. Bahkan waktu kita makan maka ada tugas yang harus kita lakukan bukan, apa tugas itu? ya...kita harus menghabiskan makanan yang kita ambil. Kesadaran diri bahwa tugas yang diterima/apapun yang dilakukan penting sekecil apapun itu maka ini berarti kita melakukan semuanya itu untuk kemuliaan Allah (bnd.1 Kor.10:31 “Aku menjawab” Jika engkau mkan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”). Allah selalu memberikan kita tugas sesuai dengan porsi dan kemampuan kita, karena Dia adalah Allah yang mengetahui segalanya. Lakukanlah yang terbaik segala tugas di rumah, tugas di sekolah dan tugas di kantor kita, maka ini sama dengan kita sedang memuliakan Allah.
Kuatkan hatimu dan tumbuhkan semangat, kesadaran bahwa tugas itu penting harus didukung oleh hati yang kuat dan semangat yang besar (2 Taw.15:7 “ tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”). Ini berarti sadar bahwa tugas itu penting tidak lah cukup, bukankan kadang banyak diantara kita yang sadar akan tugas-tugas yang diberikan (kapan harus dikumpul, kapan harus selesai) tetapi kadang kita lemah semangat untuk melakukan itu. Hanya ada satu alasan bagi orang percaya untuk mempunyai kemauan dan bersemangat: TUHAN!”. Allah menginginkan kita berkreatifitas, melakukan tugas-tugas kita. Tumbuhkan semangat dan kuatkan hati kita, jika anda mau maka anda pasti bisa melakukan itu. Saat kesadaran diri untuk menguatkan hati dan meningkatkan semangat itu ada, maka pasti kerja keras akan timbul dalam diri seseorang. Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, Pengkhotbah 9:10.
Setiap tugas pasti ada upah, ini orientasi terakhir yang harus kita lihat makanya ditempatkan dibagian terakhir, setiap manusia yang mengubah pola pikirnya tentang tugas, menyadari tugas itu penting untuk kemuliaan Allah dan menguatkan hati serta kemauannya maka akan berprinsip seperti Florance Griffith Joyner, Pemenang Medali Olimpiade “Saya berdoa dengan sunguh-sungguh, bekerja dengan keras, dan selebihnya saya serahkan kepada Tuhan”. Bagian upah adalah bagian Tuhan melalui manusia, jika kita bekerja/melakukan tugas dengan baik tidak mungkin Tuhan menutup mata dan tidak memberikan kita upah apapun bentuknya. Dengan demikian tahap satu sampai tiga ini bagian kita yakni mengubah pola pikir, sadar tugas penting untuk memuliakan Allah dan menumbuhkan semangat biarlah tahap ke-empat itu menjadi bagian Tuhan untuk kita yakni upah.
Dengan empat tahap ini maka marilah kita menjadi orang yang paham akan tugas kita/apapun yang Tuhan percayakan baik PR, makalah, membersihkan rumah, main musik di gereja, mengetik warta jemaat, susun kursi, antar jemput orang, membantu orang lain, makan dan minum, tidur, lagi di warnet, lagi di jalan mengendari kendaraan, cuci baju dan lain sebagainya, mari melakukan yang terbaik. Tumbuhkan kemauan dan semangat dalam hati kita maka kita pasti bisa melakukan yang terbaik. Semuanya untuk kemuliaan Tuhan dan ingat ada upah dari Tuhan yang menunggu setiap orang yang mengerjakan tugasnya dengan baik dan benar. Apakah anda mau atau tidak ?
Posting Oleh Dolfy Mikel Palit

